Aksi Nyata! Warga SMAN 1 Kejobong Bersih Lingkungan dan Tanam Bibit

JUMAT ADW MARET 2021 1

Warga SMANKe bersama-sama membersihkan lingkungan

 

     Sudah tidak asing lagi bagi kita jika mendengar istilah adiwiyata di SMA Negeri 1 Kejobong. SMA Negeri 1 Kejobong adalah sekolah adiwiyata nasional. Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna adalah sebagai salah satu tempat yang baik serta juga ideal yang diperoleh segala ilmu pengetahuan dan juga beragam norma dan etika yang menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dalam menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan. Tujuan sekolah Adiwiyata yang secara umum itu menerangkan dalam mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli serta juga berbudaya dalam lingkungan. Untuk itu dalam menjalankan program adiwiyata SMA Negeri 1 Kejobong selalu melakukan aksi nyata peduli lingkungan.

       Seperti yang dilakukan pada hari ini Jum’at, 05 Maret 2021 seluruh guru dan karyawan yang WFO melakukan aksi nyata peduli lingkungan. Aksi nyata ini dilakukan dalam bentuk membersihkan lingkungan sekolah dan Menanam bibit buah. Sebagian guru dan karyawan membersihkan rumput kebun belakang ruang BK sampai belakang ruang kelas XI IPS 3. Mengembalikan kembali fungsi tempat peresapan air. Membersihkan selokan, membuang sampah ke tempatnya dan kemudian dilakukan pencacahan sampah untuk kemudian dijadikan pupuk.

     Sementara sebagian lagi melakukan aksi nyata dengan menanam bibit pohon alpokat dan buah naga. Atas arahan ketua tim adiwiyata SMA Negeri 1 Kejobong Heru Sujarwoko, S.Psi., guru dan karyawan SMA Negeri 1 Kejobong menanam bibit alpokat dan buah naga yang telah disediakan. Tidak lupa juga menggunakan pupuk hasil olahan tim adiwiyata SMA Negeri 1 Kejobong.

JUMAT ADW MARET 2021 2

Bapak Bambang Yuniarto selaku Kepala Sekolah juga ikut serta membersihkan lingkungan

       Kepala SMA Negeri 1 Kejobong Bambang Yuniarto, S.Pd.,M.Pd mengatakan “kegiatan aksi nyata peduli lingkungan di SMA Negeri 1 Kejobong sudah sering dilakukan dan diharapkan menjadi kebiasaan guru, karyawan dan seluruh siswa SMA Negeri 1 kejobong untuk selalu peduli lingkungan.” Aksi nyata lingkungan yang lainnya diantaranya menanam tabulampot. Satu orang satu pot yang ditanami pohon buah. Setiap guru dan karyawan diharapkan mampu merawat pohon yang mereka tanam hingga bisa memanennya.

JUMAT ADW MARET 2021 4

Tanam bibit alpukat dan buah naga

       Kegiatan-kegiatan aksi nyata ini diharapkan dapat mendorong dan membantu sekolah untuk dapat turut serta didalam melaksanakan upaya pemerintah demi melestarikan lingkungan hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan demi hadirnya kepentingan generasi yang akan datang. (Mentari Pustaka)

 

Perpustakaan Mentari Pustaka

Mengadakan Bedah Buku "Cinta Sedarah”

bedah buku 1

Narasumber Ibu Titi Budi Rahayu, S.Pd., M.Pd. (kiri), Kepala SMAN 1 Kejobong Bambang Yuniarto, S.Pd.,M.M (tengah), Kapala Perpustakaan Dian Kartikasari, S.Pd (kanan)

 

Kejobong, 23 Februari 2021 Perpustakaan Mentari Pustaka SMA N 1 Kejobong bersama Tim Gerakan Literasi Sekolah SMA N 1 Kejobong menyelenggarakan kegiatan diskusi dan bedah buku "Cinta Sedarah".  Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Titi Budi Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku penulis Novel "Cinta Sedarah".

Kegiatan ini diikuti oleh guru dan karyawan serta siswa SMA N 1 Kejobong. Tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu untuk meningkatkan minat baca siswa dan memotivasi guru, karyawan  serta siswa SMA N 1 Kejobong agar mampu menghasilkan karya dalam bentuk tulisan.

Novel “Cinta Sedarah” merupakan karya ke dua narasumber dari 28 karya yg sudah diterbitkan. Novel ini merupakan pengalaman pribadi narasumber yang kemudian diangkat menjadi sebuah cerita dan terbitlah novel dengan judul “Cinta Sedarah”. Novel ini menceritakan tentang kisah sepasang remaja yang saling jatuh cinta, namun ternyata mereka tidak bisa bersatu. Mereka tidak bersatu karena ternyata mereka berdua adalah saudara. Sehingga mau tidak mau mereka harus berpisah. Namun dengan berpisah bukan berarti hubungan silaturahni mereka kandas. Mereka tetap menjalin silaturahmi sampai mereka memiliki pasangan masing-masing. Kelebihan dari novel ini adalah alurnya sangat runtut dan sangat menguras emosi pembaca. Sementara kekurangan novel ini adalah masih banyak terdapat “typo”.

Pada kesempatan ini narasumber memberikan beberapa buku karyanya kepada Perpustakaan Mentari Pustaka diantaranya "Selaksa Cinta dalam Acara", "Gerbang Cahaya Surga", Sanggar Budaya Kembar Arum Punya Roro", "Aku, Engkau dan Dia Kekasih Terindah (Goresan Pena Sahabat)", "Ruang Gelap Nan Tumpah (Kumpulan Proposal PTK)" dan "Gema Syair Ramadhan".

bedah buku 3

Narasumber mengapresiasi siswa yang aktif dengan memberikan buku karyanya

 

Siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan partisipasi aktif siswa saat sesi Tanya jawab. Sebagai apresiasi narasumber memberikan buku karyanya kepada siswa yang aktif, diantaranya Alfan Pratikno dari kelas XII MIPA 3, Barkah Hidayat A. kelas XII MIPA 2 dan Osy Alifa Rahmawati kelas X MIPA 3.

Dalam kegiatan ini narasumber memberi motivasi peserta untuk mengembangkan kemampuan menulisnya yang diwujudkan dalam sebuah karya. Selain itu narasumber juga mengajak peserta diskusi untuk membuat buku antologi puisi yang nantinya akan diterbitkan. Sebagaimana pesan yang disampaikan Kepala Sekolah SMA N 1 Kejobong Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., bahwa dalam masa pandemi ini jangan membuat kita menjadi tumpul seharusnya kita tetap produktif dan menghasilkan karya.

Tidak lanjut dari kegiatan ini yaitu perpustakaan memfasilitasi potensi siswa dalam wadah komunitas literasi. Sebagai langkah awal, setiap peserta bedah buku diminta untuk mengumpulkan puisi karya mereka yang nantinya kan dibukukan.

 

Film “Daring” Produksi Cassava_Production SMA Negeri 1 Kejobong Meraih Penghargaan Kategori Film Fiksi Pelajar Terbaik FFP 2020

Sutradara film "Daring" Barkah Hidayat Abdullah menerima piala dari penyelenggara

 

 

 

Pelajar yang berasal dari SMA Negeri 1 Kejobong, Purbalingga berhasil membawa pulang piala penghargaan film pendek terbaik kategori fiksi dalam ajang bergengsi, Festival Film Purbalingga (FFP) ke-14 tahun 2020 se-Banyumas Raya. Penghargaan tersebut diberikan pada Malam Penganugerahan FFP ke-14 di Bioskop Misbar, komplek Taman Usman Janatin, Purbalingga pada Minggu, 31 Oktober 2020, oleh Bambang Kuntara Murti, selaku dewan juri.

 

Film yang memiliki judul “Daring” tersebut disutradarai oleh Barkah Hidayat Abdullah. Film tersebut diproduksi oleh Cassava_Production yang merupakan ekstrakurikuler sinematografi di SMA Negeri 1 Kejobong. Proses pembuatan film berlangsung selama beberapa pekan, dikarenakan terhambat oleh Pandemi Covid-19.

 

“Pengambilan gambar memang hanya sehari, namun proses editing memerlukan waktu hingga beberapa pekan dikarenakan kami sulit bertemu akibat pandemi Covid-19. Orangtua selalu khawatir jika kami keluar rumah, padahal kami selalu mematuhi protokol keselamatan Covid-19”, pungkas Barkah.

 

Film yang bertajuk “Daring” bercerita tentang fenomena pembelajaran secara Daring atau Dalam Jaringan yang dialami oleh seluruh pelajar dan orang tua pada masa pandemi ini, dan dirasa sulit serta cenderung mengundang banyak permasalahan. Permasalahan tersebut diawali dengan minimnya kuota yang dimiliki siswa, ketidakpahaman orang tua tentang kondisi pembelajaran di masa pandemi, serta perilaku siswa yang cenderung menyalahgunakan pembelajaran daring untuk melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat, seperti bermain game, chat bersama teman, menikmati berbagai konten di media sosial, ajang berbelanja, dan lain sebagainya.

 

“Kami sengaja mengambil topik tentang permasalahan dalam pembelajaran daring di tengah pandemi ini, karena kami ingin menyampaikan beberapa kritik sosial terhadap publik. Kami benar-benar tidak menyangka jika film sederhana kami bisa meraih penghargaan yang sangat bergengsi ini”, ujar sutradara muda tersebut.

 

Guru Pembina Sinematografi SMA Negeri 1 Kejobong, Cassava_Production, Diah Ratna Juwita, S.Pd. menjelaskan bahwa ekstrakurikuler tersebut sudah ada sejak Oktober 2019. Keberadaan ekstrakurikuler ini dianggap mampu meningkatkan kemampuan siswa di bidang seni, khususnya kemampuan akting dan pembuatan film. Dirinya mengaku bangga terhadap prestasi yang berhasil dicapai anak didiknya dalam waktu satu tahun terakhir.

 

Film Daring berhasil mengalahkan sejumlah nominator lain, seperti Film Pageblug, Wiji, Bendera-Man, Blusukan, dan berbagai tajuk film lainya.

 

“Kami berharap, ekstrakurikuler sinematografi SMA Negeri 1 Kejobong, Cassava_Production tidak berbesar hati. Jadikan ini sebagai tombak semangat untuk menorehkan prestasi gemilang di kemudian hari. Maju terus, pantang mundur!”, jelas Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., selaku Kepala SMA Negeri 1 Kejobong.

 

 

Tanggal Cantik, Momen Melejit : Lounching Nama dan Logo Mentari Pustaka

SMA Negeri 1 Kejobong

Bambang Yuniarto, S.Pd.,M.M. selaku Kepala Sekolah menunjukkan Surat Keputusan yang telah ditanda tangani didampingi oleh Kepala Perpustakaan (kiri) dan Waka Kurikulum (Kanan)

 

Rabu, 11 November 2020 menjadi momentum pembaharuan Perpustakaan SMA Negeri 1 Kejobong. Tim Perpustakaan yang dikoordinasikan oleh Kepala Perpustakaan SMA N 1 Kejobong, Dian Kartikasari, S.Si mengadakan launching Nama  dan Logo Perpustakaan SMA Ngeri 1 Kejobong. Secara resmi dan simbolis, pemberian nama dan penetapan logo perpustakaan dikukuhkan melalui penerbitan Surat Keputusan Pemberian Nama dan Penetapan Logo MENTARI PUSTAKA.

 

Acara berlangsung secara sederhana namun sarat makna. Puncak acara berupa penandatanganan SK Nama dan Logo Mentari Pustaka SMA Negeri 1 Kejobong. Acara juga disemarakkan dengan pemberian hadiah lomba-lomba dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra SMANKE 2020 yang dilaksanakan secara daring. Lomba diselenggarakan oleh Perpustakaan bekerja sama dengan OSIS SMA Negeri 1 Kejobong. Rangkaian kegiatan lomba yang diadakan meliputi Desain Logo Perpustakaan, Mendongeng, Solo Vokal dan Baca Puisi.

Kepala Sekolah memberikan penghargaan kepada pemenang lomba

 

Dalam sambutan Kepala SMA N 1 Kejobong, Bambang Yuniarto, S.Pd.,MM menegaskan perlunya digitalisasi perpustakaan untuk menyongsong pembelajaran di era pandemi. Perpustakaan adalah jantung pendidikan, menumbuhkembangkan gemar membaca dan budaya belajar bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat.

 

Logo Mentari Pustaka sebagai berikut :

 

 

Makna Logo Mentari Pustaka :

 

1.    matahari

 melambangkan pelita / penerang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Matahari mempresentasikan konsep “habis gelap terbitlah terang” yang berarti dengan membaca buku akan membuka cakrawala berpikir dan ilmu pengetahuan bagi umat manusia;

 

2.    lima sinar yang memancar :

 melambangkan dasar falsafah Pancasila dalam ilmu pengetahuan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya;

 

3.    buku terbuka:

 melambangkan ilmu pengetahuan yang senantiasa berkembang; dan membawa manfaat bagi kesejahteraan umat manusia (buku terbuka ke arah atas);

 

4.    tiga lembaran buku di samping kanan dan kiri

 melambangkan tiga tingkatan kelas di satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kejobong;

 

Diharapkan dengan logo tesebut dapat mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi, meningkatkan citra lembaga dan motivasi kerja di lingkungan Perpustakaan SMA Negeri 1 Kejobong

Mentari Pustaka siap  menjadi pusat kegiatan literasi dan belajar mengajar menuju digitalisasi informasi dan digitalisasi ilmu pengetahuan. Perpustakaan hebat ciptakan manusia bermartabat

Acara diakhiri dengan foto bersama Tim Mentari Pustaka dan Tim Gerakan Literasi Sekolah. Besar harapan dukungan dan peran serta semua warga SMA Negeri 1 Kejobong, siap menjadi insan literat yang memiliki budaya belajar sepanjang hayat.

 

Salam Literasi

Selamat dan Sukses Mentari Pustaka SMA Negeri 1 Kejobong (#11112020)

 

 

SMANKE Adakan “Kudu Resik” di World Cleanup Day 2020

 

Kepala sekolah dan Bapak Ibu guru karyawan membersihkan lingkungan sekolah dengan tetap menjalankan protokol covid-19

 

Purbalingga--- Aksi baik berawal dari niat yang baik pula, menjadikan bumi bersih dari sampah merupakan tujuan mulia yang harus diawali dari niat dan direalisasikan dengan aksi nyata. Tidak perlu waktu lama untuk menjadikan lingkungan hidup kita nyaman tanpa sampah, cukup diawali dengan hal kecil yang berarti besar. Apakah itu? membuang sampah pada tempatnya. Jika setiap orang memungut satu sampah setiap harinya dan membuang sampah tersebut pada tempatnya, niscaya tidak banyak permasalahan lingkungan yang ada di masyarakat.

 

Sejalan dengan misi tersebut, Yayasan Yes Do It World (LDIW) menjadikan tanggal 21 September sebagai hari bersih-bersih dunia atau yang lebih dikenal dengan World Cleanup Day (WCD). Kegiatan tersebut merupakan gerakan sosial terbesar di dunia yang menggerakan masyarakat di berbagai negara  untuk membersihkan planet bumi. Berawal pada pada tahun 2008 di Republik Estonia, Eropa Utara; dan berhasil mengumpulkan 50.000 orang untuk membersihkan seluruh negara dalam waktu lima jam. Melihat kesuksesan ini, pada tahun 2011 Yayasan LDIW didirikan untuk menyebarkan dan menerapkan pola kegiatan bersih-bersih di suatu negara dalam satu hari, yang serentak dilakukan di seluruh dunia dan diikuti oleh 157 Negara.

 

Namun demikian, di Indonesia gerakan tersebut belum banyak dikenal bahkan dilaksanakan oleh masyarakat. Indonesia baru aktif berkontribusi di WCD pada lima tahun belakangan ini yang diprakarsai oleh Lets Do It Indonesia (LDII), yang merupakan jaringan LDIW. LDII digerakan oleh 10 komunitas dengan 14 juta relawan yang secara serentak melakukan kegiatan aksi bersih-bersih di 34 provinsi di Indonesia. Kabar baiknya, pada tahun 2018, Indonesia menjadi negara dengan relawan terbesar yang ikut berkontribusi dalam gerakan WCD.

 

Pada Jumat (18/09), SMA N 1 Kejobong (SMANKE) tak mau kalah dan ikut andil dalam menyukseskan gerakan WCD tahun 2020. Sekolah yang pernah meraih prestasi sebagai Sekolah Sehat Nasional dan Sekolah Adiwiyata 2015 tersebut, mengadakan kegiatan bersih-bersih dengan mengusung tema “ Kudu Resik”. Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. selaku Kepala SMA Negeri 1 Kejobong menyampaikan bahwa setiap guru dan karyawan dikerahkan untuk kerja bakti membersihkan sampah di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan agar tidak ada tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, tumpukan sampah dapat digunakan sebagai sarang kuman dan nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit seperti demam berdarah. Selain bersih lingkungan, warga sekolah pun melakukan penanaman 10 pohon durian, 14 tambulampot alpukat, apotik hidup, bunga celosia dan penyiraman pohon bambu di belakang tempat parkir mobil untuk menjadikan lingkungan sekolah lebih hijau, indah, asri dan benar-benar “Resik”.

   

 

SMANKE sebagai Sekolah Adiwiyata sebenarnya sudah melakukan berbagai program kegiatan rutin untuk membersihkan lingkungan, seperti jumat bersih yang dilakukan setiap minggunya. Selain itu, sampah-sampah yang ada di sekolah pun dimanfaatkan baik sampah organik maupun anorganik dengan adanya bank sampah. Sampah organik dijadikan kompos untuk pupuk tanaman dan sampah anorganik dimanfaatkan untuk dijadikan produk kriya yang memiliki daya guna, nilai estetik, dan ekonomis. Sampah-sampah yang ada di sekolah pun dijadikan inspirasi penelitian oleh siswa, sebagai contoh penelitian mengenai bahan bakar minyak dari sampah plastik. Oleh karena itu, dengan adanya WCD tersebut meambah semangat warga SMANKE untuk terus berkontribusi dalam melestarikan lingkungan hidup. Harapan selanjutnya dengan adanya WCD, warga sekolah dapat melakukan bersih-bersih setiap harinya untuk membersihkan lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya, sehingga kegiatan ini bukan sekedar seremonial belaka, akan tetapi sebagai awal untuk aksi baik yang bisa diterapkan secara kontinyu dimana pun kapan pun kita berada.